Berikut ketahui penyebab penyakit Limfogranulomavenereum. Yuk simak berikut ini.

Bakteri Chlamydia trachomatis merupakan salah satu penyebab penyakit Limfogranuloma venereum . Bakteri tersebut dapat menembus kulit lalu  mengeluarkan lendir di dalam node limfa, dan menyebabkan penyumbatan di sekitar node. Penyakit ini juga dpat mempengaruhi node limfa, alat kelamin bagian luar, mulut, bahkan rektum atau anus. Penyebab penyakit tersebut juga dapat kita ketahui sepertihalnya terpapar medium bakteri Chlamydia trachomatis dengan atau tanpa aktivitas seksual. Ada beberapa faktor yang  mungkin dapat meningkatkan risiko penyakit limfogranuloma venereum, sepertihalnya:

  • Seks tidak aman (tidak menggunakan kondom, berganti-ganti pasangan, berhubungan seks dengan orang yang riwayat seksualnya tidak jelas)
  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh
  • Infeksi HIV
  • Mempunyai penyakit menular seksual lainnya

Dari beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab penyakit Limfogranuloma venereum. Berikut beberapametode umum untuk dapat memberikan pengobatan terhadap limfogranuloma venereum tersebut, sepertihalnya:

  • Obat pereda nyeri seperti acetaminophen, ibuprofen, dan mengompres bagian yang terinfeksi juga dapat sedikit membantu pengobatan.
  • Pasien harus makan makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan luka.
  •  Antibiotik berguna untuk melawan infeksi dan harus diminum dalam waktu 3 minggu.

Dalam beberapa kasus yang terjadi, beberapa operasi diperlukan untuk melakukan penyedotan terhadap radang node limfa atau memotong abses. Komplikasi ini mungkin muncul sepertihalnya  radang kronis, impotensi, atau gangguan buang air kecil dan besar. Adapun dokter akan mendiagnosis berdasarkan riwayat paparan terbaru, pemeriksaan fisik dan tes darah, termasuk tes infeksi menular seksual juga harus dilakukan. Dokter dapat mengambil sampel untuk luka yang terinfeksi bakteri, jika noda Chlamydia atau antibodi yang melawan bakteri dapat muncul, kemungkinan besar memang sedang mengidap penyakit tersebut.[1] “dilansir dari laman sehatq” Adapun beberapa gejala yang terjadi pada penyakit lymphogranuloma venereum sehingga dapat muncul beberapa hari atau beberapa bulan setelah terjadi kontak langsung dengan bakteri penyebabnya. Berikut beberapa Indikasi yang sering ditemukan antara lain:

  • Luka kecil tanpa rasa sakit yang terjadi pada penis maupun vagina.
  • Bengkak dan kemerahan pada kulit di bagian sekitar pangkal paha.
  • Pembengkakan yang terjadi pada bibir vagina (labia).
  • Munculnya darah atau nanah pada dubur maupun feses.
  • Pergerakan usus yang terjadi sehingga menimbulkan rasa nyeri (tenesmus).
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening di pangkal paha kanan dan kiri. Kondisi ini juga dapat berdampak pada kelenjar getah bening di anus, misalnya pada orang yang melakukan hubungan seks anal.

Beberapa penampakan klinis dari gejala-gejala yang menjadi penyebab penyakit lymphogranuloma venereum dibagi dalam tiga kategori berikut ini:

  • Secondary lesions

Tahapan ini ditandai dengan:

Peradangan pada kelenjar getah bening, terutama pada area paha. Adanya gejala sistemik, seperti demam, radang sendi, maupun radang paru-paru.

  •  Primary lesions

Tahapan ini ditandai oleh hal-hal berikut:

Adanya benjolan atau luka pada kulit di area yang terpapar bakteri penyebab, seperti area genital ataupun mulut (oral). Proctitis yang dapat menyebabkan perdarahan serta gejala nyeri pada area dubur, adanya lendir, konstipasi, maupun gejala gangguan saluran pencernaan lain. Infeksi tenggorokan yang dapat menimbulkan peradangan maupun luka. Infeksi tanpa gejala di bagian dubur pada penderita HIV.

  • Tertiary lesions

Tahapan ini ditandai dengan infeksi bakteri yang menetap dalam tubuh dan mengarah pada kondisi peradangan yang kronis serta berdampak pada kerusakan jaringan sekitar. Hal ini dapat diperparah dengan terjadinya penyempitan pada area dubur.

Sumber: Halodoc.com



[1] Sumber referensi Hellosehat.com

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*