Cara Menanam Tomat untuk Buah yang Berbuah dan Cepat

Di Indonesia, budidaya tanaman tomat masih didominasi oleh petani konvensional yang menanam tomat di sawah dan tegal yang luas dan terbuka.

Sementara budidaya tomat dalam polibag, tabulampot, dan hidroponik hanya dilakukan oleh sejumlah kecil orang.

Oleh karena itu berikut ini akan menjelaskan cara menanam tomat untuk petani konvensional di sawah, tegal, kebun, dll.

Cara mengolah tomat yang baik dan benar adalah kunci utama kesuksesan untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Inilah Tahapan Dalam Budidaya Tomat:

Tahapan dalam budidaya tanaman tomat terbukti efektif dalam meningkatkan hasil panen, antara lain:

1. Pilih Bibit Tomat Berkualitas

Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam, Anda harus terlebih dahulu menyesuaikan karakteristik lokasi. Jika tanah ada di dataran tinggi, pilih varietas yang cocok untuk dataran tinggi dan sebaliknya.

Cara menanam tomat dari biji / biji dan bisa juga dari biji. Cara menanam tomat dari biji (biji) Anda harus memilih biji yang berkualitas (produksi tinggi dan tahan penyakit).

Benih tomat dapat diperoleh di toko pertanian terdekat dengan berbagai merek dari berbagai perusahaan benih.

Adapun bibit tomat dapat diperoleh di pembibitan tomat yang berspesialisasi dalam penjualan bibit.

Setelah mendapatkan benih berkualitas, rendam benih tomat dengan 1 cangkir (200cc) POC GDM selama ± 2 jam dengan tujuan agar biji tumbuh dengan sempurna dan bebas dari penyakit biji menular.

Kemudian menabur benih pada media benih yang disiapkan dari campuran tanah, arang sekam dan pupuk kandang (rasio 3: 2: 1) kemudian siram dengan larutan GDM BLACK BOS.

Cara membuat solusinya adalah 1 kg GDM BLACK BOS dicampur dengan 100 liter air kemudian tuangkan ke media semai.

Tujuan penyiraman media pembibitan dengan BLACK BOS adalah untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui tanah dan menambahkan unsur hara ke media pembibitan.

Sehingga biji tomat tumbuh sehat dengan nutrisi yang cukup dan bebas dari penyakit. Proses pembibitan tomat dilakukan untuk mendapatkan benih tomat yang sehat dan berkualitas.

2. Cara mengolah Tanah Tomat

Pemrosesan tanah dilakukan untuk menciptakan kondisi fisik, kimia, dan biologis yang lebih baik bagi tanah, untuk membunuh gulma dan tanaman yang tidak diinginkan, meratakan tanah untuk memfasilitasi cara menanam tomat, menyiapkan irigasi dan pengaturan drainase, serta menempatkan serpihan tanaman di sebelah kanan.

Tempatkan yang sesuai sehingga proses dekomposisi berjalan dengan baik.

Pemrosesan tanah dapat dilakukan dengan membajak atau menggali dengan kedalaman ± 20 cm untuk membuat tekstur tanah lebih longgar dan membunuh patogen tanah.

Setelah itu, taburkan pupuk kandang sebanyak ± 20 ton per hektar atau tambahkan NPK sebanyak 100 g / m² di bedeng dan jika tanah terlalu asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian.

Manfaat pengapuran selain meningkatkan pH tanah juga untuk memperbaiki struktur tanah. Dosis harus disesuaikan dengan tingkat pH setiap tanah.

Kemudian bentuk bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan menampilkan kontur tanah. Buat jarak antara tempat tidur selebar 30-40 cm.

Setelah selesai membuat bedengan, langkah selanjutnya adalah menyiram / bocor dengan BLACK BOS dengan tujuan mempercepat proses pengomposan di tanah dan mencegah penyakit yang ditularkan melalui tanah.

Caranya adalah dengan melarutkan 1 kg GDM BLACK BOS ke dalam 100 liter air dan menyemprotkan / bocor ke tanah. Kemudian tutup dengan mulsa dan tinggalkan tanah selama sekitar satu minggu.

3. Penanaman Benih Tomat

Setelah biji tomat tumbuh setinggi sekitar 10 cm dan berumur ± 3 minggu, tomat siap dipindahkan dan ditanam di lahan yang telah disediakan.

Setelah bibit tomat ditanam, ia bocor dengan POC GDM sehingga tanaman tidak stres dan dapat berkembang dengan segera. Lakukan proses penanaman pada sore hari agar biji tomat tidak layu. Buat pancang sedini mungkin dengan jarak 10-20 cm dari batang agar akarnya tidak rusak.

4. Cara pemupukan dengan baik, agar tanaman tumbuh sehat, bebas dari penyakit dan dapat menghasilkan produksi yang maksimal

  • pupuk organik cair

Kombinasi GDM Black BOS dengan Pupuk Organik Cair GDM dapat membuat budidaya tanaman tomat padat dan berbuah cepat

Pupuk untuk tomat menggunakan Pupuk Organik Cair GDM setelah tomat berumur 7 hari dan ulangi setiap 1 minggu dengan dosis 500 ml (2 gelas air mineral) per tangki dan semprotkan ke akar dan tanaman.

Setelah 30 hari tomat, oleskan BOS HITAM kembali ke tanah sebanyak 5 kg per ha. Jalannya adalah.

_

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai jenis dan cara menanam tomat. Semoga apa yang disampaikan penulis kali ini dapat bermanfaat.

Sekian Terima Kasih.

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*