Pengalaman Naik Kapal Dobonsolo dari Surabaya ke Sorong

Menyenangkan sebetulnya naik kapal dari Surabaya sebab pelabuhan penumpang Gapura Surya Nusantara yang bagus sekali. Saya pernah narasi mengenai pelabuhan GSN ini lho. Seperti seperti lapangan terbang dimana semua penumpang harus melalui mesin x-ray dahulu serta harus cek in di counter sebelum masuk ke ruangan nantikan. Tidak sama dengan pelabuhan lain yang masih lakukan kontrol ticket di pintu masuk pelabuhan serta waktu akan naik kapal saja.

Gapura Surya Nusantara disaksikan dari KM Dobonsolo. Sedikit sebal sebelumnya sebab untuk beli ticket PELNI ini susahnya bukan main. Pada saat kita dapat pesan ticket pesawat serta kereta api di aplikasi online, untuk beli ticket PELNI harus hadir langsung ke pelabuhan. Tuturnya bisa beli online di web PELNI, tetapi saya telah coba berulang-kali tidak pernah sukses, error selalu. Agenda kapalnya juga tidak up-date serta sulit terhubung web nya dari hp, lebih baik melalui PC. Kan ribet ya? Ditambah lagi jika kita tinggal jauh dari pelabuhannya. Bingung ingin pastikan jadwal kapal dobonsolo tidak penuh? berikut informasi mengenai jadwal kapal dobonsolo terbaru di keepcornwallwhole.org yang bisa di akses gratis.

Pada akhirnya saya hadir langsung ke pelabuhan Tanjung Perak serta beli ticket di KAHA Tours and Travel yang berada di sana. Syukurlah mereka memudahkan kita yang ingin naik kapal dengan memberi service reservasi ticket kapal lewat telephone serta skema pembayarannya lewat transfer bank. Tiketnya dapat diambil di pelabuhan 3 jam sebelum pergi. Asik sekali kan? Mudah-mudahan menolong buat rekan-rekan yang ingin naik kapal PELNI dari Surabaya ya.

Apapun sich pengalaman unik waktu naik PELNI? Nih saya buat ceritanya :

  1. Rebutan Kasur di Kapal

Masih ingat jelas di daya ingat begitu saya pernah menangis sebab kepala terantuk beberapa barang yang diangkut porter pelabuhan di bahunya, naik berdesak-desakan ke atas kapal. Semuanya berlangsung sebab kesemua orang berebutan ambil lapak di kapal, terutamanya kelas ekonomi. Walau di ticket kita tercantum nomor deck kapal serta nomor tempat tidur, itu semua tanpa buat. Hahahaha. Kesemua orang suka-suka mengambil tempat seenaknya. Jika ingin tidur di kasur ya siapa cepat, ia yang bisa.

Jika tidak bisa kasur, tidur di lorong atau dimana juga yang lowong… Tidak ada buat berdebat dengan orang yang tempati tempat tidurmu. Lebih baik mengalah serta cari lain tempat. Terkadang kita tidak memperoleh tempat tidur saat kapal sedang penuh-penuhnya. Hingga saya umumnya bawa matras atau beli tikar dari karung yang dipasarkan dua puluh ribu perak per satuannya, lantas cari pojokan yang enak untuk tidur. Syukurlah waktu lima hari ke Papua, saya serta Janatan memperoleh tempat tidur selama perjalanan, tetapi jangan tidur di muka pintu ya hahahaha. Ditambah lagi tidur di tangga jadi tidak enak jika ingin naik turunnya. Sebab di sejumlah kelas tidak ada kelas, jadi semua ekonomi.

  1. Antre Makanan Dengan Bagian Secuil Nikmatnya, ticket yang kita bayar itu telah terhitung dengan makanan 3x satu hari, pagi, siang serta malam. Agenda makan pagi jam 6 pagi, makan siang jam 11, makan malam jam 5 sore. Sebetulnya service makanan di PELNI telah lebih baik dari beberapa tahun awalnya. Dahulu, naik PELNI itu kita antre makan gunakan piring kaleng ceper persegi panjang jenis di penjara itu. Saat ini mereka memakai paket plastik seperti katering. Tetapi porsinya masih sama, nasinya banyak, sayur serta lauknya cuma sejumput tangan. Menunya juga itu-itu saja, ikan goreng, ikan kuah kuning dengan sayur kol atau bihun. Tetapi saya menghargai PELNI sebab saat ini cocok makan pagi kita bisa susu, cocok makan siang bisa crackers serta cocok makan malam bisa juice botolan. Cukup sekali. Jika ingin mengambil makanan harus bawa serta ticket ya. Jika lapar, terdapat beberapa pedagang di PELNI yang jualan nasi kotak atau Pop Mie dan minuman sachetan.
  2. Sabar-sabar di Kamar Mandi Mengapa harus sabar-sabar? Ya memang seharusnya sabar sebab kamar mandi sedikit sedang ada beberapa ratus serta seribuan orang yang ingin gunakan. Begitupun dengan toilet. Pernah saya kepingin ingin buang air tetapi antrean toilet di deck saya lumayan panjang. Ingin tidak mau saya harus turun naik ke deck lain untuk cari toilet yang kosong. Sumpah itu rasa-rasanya tidak enak pol kepingin harus naik turun tangga, jalan cepat 1/2 lari cuma untuk cari toilet. Hahahaha.

Sepanjang perjalanan saya cuma mandi 1x satu hari serta itu siang-siang bolong jadi tidak harus antre lama. Jauhi mandi jam mandi biasa (sore dan pagi) sebab antriannya super panjang. Nikmatnya saat ini kamar mandi di PELNI gunakan shower jadi air lebih irit dibanding gunakan gayung. Tetapi ya kita harus tahu diri jika mandi di kapal. Air bersih di kapal itu terbatas serta terdapat beberapa orang yang ingin gunakan, jadi jika di dalam rumah sendiri mandi dapat 1/2 jam, di kapal coba mandi 5 menit saja ya.

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*